Ilmuwan Taiwan Klaim Temukan Penangkal Flu Babi

Posted in: Kesehatan, News, Obrolan | Posted by: anis | Comments: 0 | Date: 23 July, 2009

Liputan6.com, Taipei: Para ilmuwan Taiwan menemukan komponen senyawa baru yang diklaim dapat mengendalikan epidemi flu babi di dunia, Selasa (21/7). Komponen yang disebut NTU-VirusBom ini diyakini mampu membunuh virus A-H1N1 penyebab flu babi dan varian virus penyebab flu burung. Senyawa ini bahkan diklaim dapat menghentikan laju penyebaran bakteri penyebab infeksi.

Seperti dilansir AFP, para ilmuwan mengatakan penemuan ini merupakan keberhasilan di tengah kabar virus flu babi yang mulai resisten terhadap Tamiflu. Padahal Tamiflu sering digunakan untuk mengobati pasien yang terjangkit flu babi. “Penemuan ini dapat mengendalikan epidemi secara efektif,” ujar Lin Shihming, salah seorang anggota tim peneliti.

Penemuan ini telah ditawarkan ke sejumlah perusahaan lokal untuk diproduksi secara massal. Produk pertama yang menggunakan senyawa ini akan dipasarkan September mendatang.(LUC)

Sumber : liputan6.com

Waspada!!! Flu Babi masuk Jakarta, Indonesia?

Posted in: Kesehatan, News, Obrolan | Posted by: anis | Comments: 0 | Date: 03 July, 2009

Jakarta (SIB)
Virus flu babi atau H1N1 telah resmi masuk ke Indonesia. 2 pasien saat ini telah dinyatakan terinfeksi virus yang merebak di beberapa negara itu.
“Depkes terpaksa merawat 2 orang yang terinfeksi H1N1,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (24/6).
Menkes mengatakan, salah satu pasien saat ini dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Pasien itu seorang pilot yang baru pulang dari Australia 14 Juni dan Hongkong 18 Juni.
“Dia adalah WA, seorang pilot berusia 37 tahun,” kata Menkes.
Sementara itu pasien lainnya dirawat di RS Sanglah, Denpasar, Bali. “BA, 22 tahun warga Inggris yang menetap di Australia. Berkunjung ke Bali 19 Juni,” kata Menkes.
Meski Diisolasi, Menkes Nyatakan Kondisi WA Sangat Baik
Salah satu pasien flu babi, WA saat ini dirawat intensif di RSPI Sulianti Saroso. Meski masih diisolasi, kondisi pilot 37 tahun itu sangat baik.
“Sekarang masih diisolasi, keadaannya sangat-sangat baik,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (24/6).
Sebelum dinyatakan terkena flu babi, WA baru pulang dari Australia pada 14 Juni dan Hongkong 18 Juni. Saat itu, WA mengeluh demam yang cukup tinggi.
Read more…

Jangan Sembarang Minum Obat!

Posted in: Kesehatan, News | Posted by: anis | Comments: 0 | Date: 20 June, 2009

JIKA sesaat setelah mengonsumsi obat lalu timbul gejala yang tak diharapkan, mungkin saja ini gejala keracunan obat. Mari cari tahu lebih lanjut!

Anda mungkin pernah mendengar kasus seseorang yang tubuhnya melepuh dan gosong setelah mengonsumsi obat yang diresepkan seorang paramedis rumah sakit di suatu daerah yang membuka praktik pribadi di rumah.

Seusai mengonsumi obat itu, orang tadi mengeluh tubuhnya terasa amat panas dan kulitnya gatal. Lama kelamaan kulitnya jadi menghitam seperti gosong, bahkan matanya terancam buta.

Lain lagi dengan kasus yang pernah ditemukan di Sumatera Uta­ra. Seorang wanita dikabarkan meninggal dunia dengan tubuh melepuh seusai mengonsumsi suplemen mengandung klorofil. Dugaan sementara wanita itu meninggal akibat keracunan obat.

Read more…

Daftar Kosmetik Berbahaya

Posted in: Kesehatan, News | Posted by: anis | Comments: 5 | Date: 18 June, 2009

Inilah Daftar 70 kosmetik yang berbahaya, Dahulu BPOM 27 merek kosmetik berbahaya, kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengumumkan 70 Daftar merk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri. Itu setelah diadakan uji laboratorium sejak September 2008 hingga Mei 2009.
Daftar produk di atas ditenggarai bisa memicu penyakit gangguan syaraf, gangguan perkembangan janin, serta penyakit kanker. Serem gakk tuhh…

Berikut daftar 70 produk kosmetik yang dinyatakan BPOM sebagai produk berbahaya. Produk-produk itu terbagi dalam empat kategori, yaitu kosmetik rias mata dan rias wajah, kosmetik pewarna rambut, kosmetik perawatan kulit, dan kosmetik mandi.

Berikut Daftar 70 produk kosmetik Berbahaya.

A. 18 merek kosmetik rias wajah dan rias mata:

Read more…

Gigi Keropos Akibat Minum Susu Sebelum Tidur

Posted in: Kesehatan | Posted by: anis | Comments: 0 | Date: 06 May, 2009

GIGI balita Anda keropos? Hal ini bisa dilihat dari gigi depannya yang berwarna coklat kekuningan dan tidak utuh lagi. Jadi, kelihatannya seperti ompong. Selain itu, dua gigi gerahamnya berlubang. Padahal, Anda sudah mengajarinya untuk sikat gigi setiap kali mandi meskipun hasilnya belum sempurna. Si Kecil memang senang makan cokelat meskipun Anda tidak sering memberikannya. Jadi, kenapa ya giginya bisa keropos?Gigi keropos pada balita sangat mungkin akibat kebiasaan adanya makanan atau minuman manis yang tersisa di mulutnya ketika ia hendak tidur. Hal ini biasa terjadi pada anak yang diberi minum susu pada saat berangkat tidur, atau terjaga di malam hari, dan orangtuanya menyodorinya minuman manis agar tertidur kembali.

Read more…

Pelengkap Makanan yang Perlu Dikurangi

Posted in: Kesehatan | Posted by: anis | Comments: 0 | Date: 06 May, 2009

KEBIASAAN makan dalam keluarga sering menghasilkan menu atau pilihan makanan yang tak sehat. Bahkan, bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya seperti darah tinggi. Mengapa tak ditinggalkan? Penyebabnya ada dua: bisa karena ketidaktahuan, bisa karena rasanya yang begitu enak sehingga sulit dilepaskan. Nah, kali ini Anda dapat membaca, penyedap makanan apa saja yang perlu dihindari. Tujuannya cuma satu: agar cita-cita hidup sehat segera terwujud.

Kerupuk dan keripikKerupuk adalah salah satu makanan favorit bagi banyak orang. Saking sukanya, kita kerap menjadikan kerupuk sebagai “aksesori” wajib saat makan tiba. Kita tidak sadar kalau makanan renyah yang satu ini bisa berbahaya bagi kesehatan. Apalagi kalau dikonsumsi berlebihan.

Menurut dr Johanes C Chandrawinata, MND, SpGK, kerupuk mengandung kalori, lemak, dan natrium yang tinggi. Kelebihan lemak (yang terdapat di sekujur kerupuk) dan kalori, sudah pasti akan menyebabkan kegemukan. Sementara itu, natrium yang tinggi dapat memicu tekanan darah tinggi. Satu lagi bahaya kerupuk yang wajib kita waspadai adalah sifat karsinogen yang dibawa oleh zat pewarna buatan kerupuk. Karsinogen adalah zat kimia yang dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.

Bila kebiasaan makan kerupuk sulit dihentikan, coba antisipasi dengan memilih kerupuk yang diolah dengan pasir panas dan tanpa pewarna buatan. Contohnya, kerupuk kemplang dari Palembang dan kerupuk mlarat dari Cirebon (tanpa warna). Kedua jenis kerupuk tradisional ini berkalori rendah karena tidak tersentuh oleh minyak goreng.

Kecap manisKalau lauk tak karuan rasanya, kecap sering jadi penolong. Rasanya yang manis, gurih, membuat kecap jadi teman makan yang sulit diabaikan. Yang tak pernah kita pahami, kecap memiliki kandungan natrium, penyedap rasa (monosodium glutamate/MSG), serta zat pengawet makanan yang tinggi. Kombinasi ketiganya sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi penderita penyakit darah tinggi dan batu ginjal. Oleh karenanya, kita disarankan untuk menggunakan kecap hanya pada waktu memasak saja. Kadarnya juga tidak boleh berlebihan.

Bagaimana bila kita sulit menghentikan kebiasaan menambahkan kecap ke setiap masakan? Ganti dengan molase organik. Molase adalah sirup kental berwarna coklat gelap, yang merupakan hasil penyulingan gula tebu. Bahan pemanis yang satu ini dapat kita beli di swalayan organik terdekat.

Saus tomat, saus sambalRasanya memang kurang nikmat kalau ngemil tanpa ditemani saus tomat atau saus sambal. Padahal, sama seperti kecap, saus juga dapat merusak kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak. Si “biang gara-gara” masih berkaitan dengan kandungan natrium, bahan pewarna, dan bahan pengawet di dalamnya.

“Bukan berarti kita lantas sama sekali tidak boleh menikmati saus,” kata dr. Johanes, “Hanya saja, konsumsinya harus dibatasi.” Asal jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sering. Lebih baik lagi kalau kita lebih selektif ketika membeli saus. Pilihlah yang kandungan natriumnya rendah. Sesuai anjuran BPOM, batas konsumsi natrium yang diperbolehkan adalah 1.000 mg/ kg saus. Atau, lebih baik lagi kalau kita mau meluangkan sedikit waktu untuk membuat saus sendiri.
Sumber : www.sripoku.com

Obesitas Anak

Posted in: Kesehatan, News | Posted by: anis | Comments: 1 | Date: 04 May, 2009

Tingkatkan Risiko Kecacatan

JANGAN lagi menganggap anak kegemukan itu lucu. Riset terbaru menyebutkan,anak yang kelebihan berat badan apalagi obesitas lebih rentan mengalami cedera, bahkan kelumpuhan di kemudian hari.

Gemas dan ingin mencubit, itulah yang kerap dirasakan setiap orang jika melihat anak kecil yang gemuk dan berpipi chubby. Belum lagi saat si kecil yang kegemukan ini berjalan atau berlari, yang melihat pun acap kali terpancing untuk tertawa. Nah, mulai sekarang jangan lagi menganggap hal tersebut sebagai lelucon atau bahan tertawaan. Justru sebaliknya, bobot badan berlebih maupun obesitas yang terjadi sejak masa kanak-kanak merupakan keprihatinan tersendiri.

Read more…

Usir Nyamuk DBD dengan Menanam Kemangi, Laos, dan Jahe

Posted in: Kesehatan, News | Posted by: anis | Comments: 0 | Date: 04 May, 2009

By Kompas
Walikota Jakarta Pusat (Jakpus), Sylviana Murni, mengimbau warganya untuk memulai menanam sebanyak mungkin tanaman kemangi di halaman rumah masing-masing. Jenis tanaman perdu yang biasa jadi lauk lalapan sebagian masyarakat ini ternyata bisa menjadi pengusir nyamuk termasuk nyamuk aedes aegypti penyebar penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Jika warga ingin terhindar dari gigitan maut nyamuk itu, mulai sekarang harus menanam sebanyak mungkin Kemangi di halaman rumah masing-masing. Menurut hasil penelitian, tanaman ini dapat mengusir nyamuk penebar DBD,” ujar Sylviana saat memberikan arahan dalam kegiatan keliling penanggulangan DBD di Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jumat (17/4).

Read more…

Mau Terhindar dari Stres? Ayo Pijat Saja!

Posted in: Kesehatan, News | Posted by: anis | Comments: 0 | Date: 04 May, 2009

By Kompas

145431p

Menunggu kepastian dalam perhitungan surat suara pemilu legislatif 2009 dapat melelahkan kerja otak dan otot bagi para peserta pemilu atau para Calon Legislatif (Caleg) sehingga mempengaruhi psikologinya dan mengakibatkan stres.

“Stres itu akibat terlalu keras berpikir dan capek bekerja seperti caleg yang stres karena banyak berpikir dan lelah bekerja melebihi kapasitas kerja tubuhnya,” kata pemijat tuna netra juga Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Tuna Netra Indonesia, cabang Tasikmalaya, Muhammad Rahmat.

Read more…

Tertawa Bisa Kurangi Risiko Diabetes

Posted in: Kesehatan, News | Posted by: anis | Comments: 0 | Date: 04 May, 2009

By Kompas
images1

Gelak tawa dapat membantu penderita diabetes meningkatkan kadar kolesterol mereka dan menurunkan risiko penyakit pembuluh darah dan jantung, demikian hasil satu studi terbaru.

Menurut Lee Berk dari Loma Linda University, yang memimpin studi itu, “Pilihan gaya hidup memiliki dampak mencolok dalam kesehatan dan penyakit dan ini semua adalah pilihan yang kami dan pasien lakukan sebagaian tindakan pencegahan dan pengobatan.”

Read more…